Pengalaman Mengatasi Gejala Mata Kering Karena Keseringan Baca E-book dengan Insto Dry Eyes

gambar : dokumen pribadi

Belajar menjadi book reviewer atau pengulas buku adalah salah satu hal yang membuat kita harus sering berhadapan dengan gadget, khususnya handphone atau gawai. Sejak tergabung dalam komunitas yang mewajibkan baca dan mengulas satu buku satu minggu, semakin menambah intensitas saya untuk berhadap-hadapan dengan layar telepon genggam tersebut. Selain itu, semenjak tahu ada fasilitas aplikasi ebook gratis dari pemerintah, juga malah makin menambah keranjingan saya untuk membaca di gawai. Selain praktis, membaca ebook juga sangat nyaman apalagi saat si kecil minta dikASIhi berjam-jam, hehe.

Enggak tanggung-tanggung, kadang saya baca itu bisa menghabiskan 1 buku dalam sehari! Ya, kalau bukunya emang saya suka banget sih. Bayangkan berapa jam saya berpapasan dengan layar gawai? Belum lagi harus mengulas buku yang sudah saya baca dan mengunggah ulasannya kembali di Instagram.

Kadang, untuk mengantar si kecil tidur, saya terpaksa mematikan lampu namun tetap sambil membaca ebook di gawai. Saya menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk menyaring bluelight pada layar gawai agar tidak terlalu terang. Cukup membantu, namun tetap membuat mata tetap kurang nyaman. Sayangnya, karena intensitas saya yang berlebihan, saya pun kadang merasakan mata perih, dan mata kering. Mungkin gejala mata lelah kali ya. Bahkan kemarin sempat memeriksakan ke dokter dengan keluhan mata sepet dan mata pegel juga, hiks. Rasanya mata itu berat, sakit, dan berkedut-kedut.

Lalu kalau mata terasa udah kering biasanya diapain matanya? Dikucek-kucek bukan? Saya sendiri sering banget ngucek-ngucek mata. Rasanya lega dan terpuaskan jika dikucek-kucek. Padahal tangan belum tentu steril. Belum lagi kucek-kucek hanya menghilangkan sakit sementara. Setelah itu mata akan perih kembali.

Saya pun mencari solusi atas mata saya ini. Nah, baru saja saya mencoba varian Insto Dry Eyes untuk mata kering. Saya baru tahu, kalau ternyata pakai obat tetes mata itu bukan hanya untuk mata merah karena debu, ternyata ada juga yang untuk mata kering karena keseringan berhadapan berlama-lama menatap layar TV dan laptop, menyetir kendaraan dalam jangka waktu yang lama, dan paparan AC / pendingin seharian. Saya pribadi paling sering dengan layar komputer, handphone, ataupun berada di ruangan ber-AC. Itu semua saya rasakan. Tapi faktor paling menentu memang adalah penggunaan handphone secara berlebihan. Jadi, daripada ngucek-ngucek mata, ada solusi lain yang lebih praktis dan aman. Yaitu menggunakan Insto Dry Eyes.

Setelah membaca website Insto Dry Eyes, ternyata benar bahwa mata sepet, pegel dan perih adalah salah satu tanda mata kering. Dan solusi mata kering harusnya bukan dikucek, cukup menggunakan obat tetes mata dari Insto Dry Eyes, maka mata kering akan teratasi dengan segera.

Menggunakan Insto Dry Eyes ini awalnya akan terasa efek sejuk, setelah itu mata terasa segar. Yang awalnya sepet dan berat, langsung terasa fresh dan lembab. Penggunaannya mudah, cukup dengan menuangkan 1 hingga 2 tetes ke dalam mata. Setelah itu kedipkan mata. Biarkan cairan menyebar ke seluruh area mata. Beberapa saat nanti mata akan terasa sejuk dan segar. Mata kering bisa hilang seketika. Cobain deh!

“lagi nulis paling enak minum susu, karena aku enggak suka kopi 😆” (foto : dokumen pribadi)

Untuk harga sendiri sangat terjangkau. Sekitar belasan ribu untuk botol berkapasitas 7,5 ml. Kita bisa mendapatkannya dengan mudah. Baik itu di apotek maupun di supermarket terkenal di sekitar kita. Ayo atasi mata kering segera dengan Insto Dry Eyes! Bye mata kering!

Jawaban Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum dan Artinya

Sumber : islampos.com

Oleh Muchlisin BK

Taqabbalallahu minna wa minkum adalah kalimat yang diucapkan sahabat Nabi ketika bertemu sahabat Nabi lainnya saat hari raya, khususnya idul fitri. Apa arti ucapan itu, bagaimana jawaban dari kalimat tersebut? Berikut ini pembahasannya.

Ketika seorang muslim bertemu dengan sesama muslim pada hari raya Idul Fitri, para sahabat Nabi mencontohkan untuk mengucapkan selamat hari raya dengan ucapan:

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ

(taqobbalalloohu minna wa minkum)

yang artinya: semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian.

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan, “Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bertemu di hari raya, mereka mengucapkan kepada sebagian lainnya: taqabbalallahu minna wa minka.”

Karena diucapkan para sahabat dan Rasulullah tidak melarangnya, maka ini termasuk hadits taqriri. Yakni suatu perbuatan yang disetujui oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga menjadi sunnah untuk umatnya.

Arti Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Ucapan taqabbalallahu minna wa minkum bukan sekedar ucapan selamat hari raya, namun ia adalah doa.

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ

Artinya: semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian.

Seperti diketahui, hari raya pasti didahului dengan puasa dan amal-amal lainnya. Idul Fitri didahului dengan puasa Ramadhan selama sebulan penuh. Malamnya juga ada qiyamu Ramadhan berupa shalat tarawih. Ada pula amal-amal lainnya yang secara umum jauh meningkat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Di akhir Ramadhan ditunaikan zakat fitrah. Lalu pada 1 Syawal pagi ada sholat idul fitri.

Dengan ucapan dan doa ini, sesama muslim saling mendoakan agar puasa mereka diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholat tarawih diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholat witir diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholat lima waktu diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tilawah Al Quran diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala. Infaq dan zakat fitrah diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholat idul fitri diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seluruh amal diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jawaban Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Lalu bagaimana jawaban ucapan sekaligus doa ini? Dalam riwayat yang sampai kepada kita, jawaban taqabbalallahu minna wa minkum adalah doa yang sama: taqabbalallahu minna wa minkum.

Dari Habib bin Umar Al Anshari, ayahnya bercerita kepadanya bahwa beliau bertemu dengan Watsilah radhiallahu ‘anhu ketika hari raya, maka ketika ia mengucapkan kepada Watsilah:

“Taqabbalallahu minna wa minkum,” Watsilah menjawab, “Taqabbalallahu minna wa minkum.” (HR. Ad-Daruquthni dalam Mu’jam Al Kabir)

Dari Syu’bah bin Al-Hajjaj, ia berkata, “Saya bertemu dengan Yunus bin Ubaid, dan saya sampaikan, ‘Taqabbalallahu minna wa minka.’ Kemudian ia menjawab dengan ucapan yang sama.” (HR. Ad-Daruquthni dalam Ad Du’a)

Demikianlah jawaban sahabat dan salafus shalih, ketika mendapatkan ucapan taqabbalallahu minna wa minkum. Jawaban ini seperti perintah Allah dalam Al Qur’an,

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

“Jika kalian diberi salam dalam bentuk apa pun maka balaslah dengan salam yang lebih baik atau jawablah dengan yang semisal” (QS. An Nisa’ : 86)

Bagaimana dengan jawaban “taqabbal ya kariim”? Jawaban ini juga tidak masalah karena intinya adalah mengaminkan doa sebagai jawaban ucapan idul fitri ini.

Demikian pembahasan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Arti, Keutamaan dan Jawaban dari kalimat ini. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]

Sumber : https://bersamadakwah.net/taqabbalallahu-minna-wa-minkum/
© Bersamadakwah.net – BedaMedia Group

5 Hal yang Tidak Terlepas dari Kebiasaan Menyambut Lebaran Orang Indonesia

Sumber : tribunnews.com

Pemerintah baru saja menetapkan 1 syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019. Itu berarti puasa Ramadhan genap 30 hari. MasyaaAllah, semoga kita bisa masih panjang umur saat lebaran besok, aamiin.

Kenapa saya malah berdo’a tentang panjang umur? Karena baru saja saya membaca berita, seorang ayah meninggal dibunuh anak perempuannya sendiri karena dibangunkan salat Ashar. Terlepas dari beritanya yang agak ngeri gitu, kok bisa ada anak marah dibangunkan salat? Sampai nusuk 3 kali pake pisau? Apa enggak gangguan jiwanya? Pasahal anak tersebut merupakan seorang yang sudah bekerja seperti kebanyakan orang. Wallahu’alam. Intinya yang saya mau share adalah kita bisa tahu bahwa ajal bisa datang kapan saja. Padahal lebaran sisa 2 hari lagi. Apa daya, sang ayah sudah saatnya berpulang.

Oke kita beralih ke tema tentang menyambut lebaran. Dulu waktu kecil tuh rasanya senaaaang banget kalau lebaran. Kita dibeliin baju barulah, orang-orang pada ramai bikin pawailah, dan sebagainya. Nah berikut 5 hal yang tidak terlepas dari kebiasaan menyambut lebaran orang Indonesia. Apa saja?

1. Pawai Ramadhan (Malam Takbiran)

Hayoo, siapa yang suka ikut pawai di malam takbiran? Saya bisa dibilang enggak pernah ikut terlibat langsung karena dilarang orang tua. Takut ada apa-apa di jalan. Karena ramai banget. Tapi terakhir pernah lihat diajak pas udah nikah ama suami di kampung mertua. Saat itu masih hamil. Seru banget banyak peserta pawai yang kreatif menghias mobil mereka untuk diikutkan lomba. Kalau di daerah kalian bagaimana?

2. Masak Sebanyak Mungkin

Sekitar seminggu sebelum lebaean bahkan di hari terakhir lebaran, bikin kue ataupun menyii makanan khas lebaran masih menjadi aktivitas yang paling sering kita temui. Rasanya seperti selalu ada yang kurang dengan persiapan makanan di rumah. Penven masak ini dan itu, haha. Semoga enggak kalap aja sih pas lebaran kebanyakan makan malah, hihi.

3. Berbenah Rumah

Ada yang ngecat rumah? Ganti sofa baru? Ganti gorden baru? Nah beberapa keluarga di Indonesia juga mempersiapkan lebaran dengan bersih-bersih sebaik mungkin. Puasa-puasa sambil ngecat itu luar biasa sih, hehe. Moga tetap kuat deh.

4. Belanja di Hari Terakhir

Dulu inget banget saya kalau misalnya mau lebaran sehari terakhir baru belanja sama orang tua. Jadi harus buru-buru, haha. Kalau dulu ngebet selalu ingin punya baru (sebenarnya bukan ngebet juga sih tapi orang tua emang selalu ngajakin, hehe) sekarang udah nikah udah biasa aja. Apalagi udah tahu konsep minimalis. Jadi harus belajar beli yang benar-benar butuh. Semoga bisa yes! 😎

5. Kirim Ucapan
Dulu jamannya sms belum rame media sosial sering banget ngabisin kuota sms gratis buat sms orang ucapan lebaran, hihi. Sekarang mah tinggal update status atau snapgram udah aman. Atau share di grup wa. Kalau kayak gitu sudah menjangkau seluruh pelosok Indonesia 🤣. Jadi ngirim ucapan ini tetap enggak hilang tradisinya. 🤗

Oke itu dia yang menurut saya beberapa kebiasaan menyambut lebaran yang sering terjadi di sekitar kita.Kalau di daerahmu bagaimana? Eh tapi ada juga yang lagi sibuk nyiapin nikah, hihi. Semoga lancar ya.

#Day 30

#1syawal

Doa dan Harapan Emak

Bicara mengenai do’a itu luar biasa. Kenapa saya katakan luar biasa? Karena dengan do’a semua yang awalnya tidak mungkin terjadi bisa terjadi. Orang yang terszalimi pun dijanjikan Allah akan dikabulkan do’anya. Dengan izin Allah SWT tentunya.

Pernahkah kalian berdo’a kemudian Allah mengabulkannnya saat itu juga? Aku pernah dan beberapa kali MasyaaAllah. Rasanya meinding ketika mengalaminya.

Baca : Allah (Selalu) Mendengar Doaku

Di tulisan itu terdapat pengalaman luar biasa bagaimana Allah Maha Mendengar. Selama kita masih ‘menggantungkan’ harapan satu-satunya kepada Allah. Dan sedikit usaha tentunya.

Lalu apa do’a dan harapan di bulan suci tahun ini? Tentu yang pasti pengen banget bisa kembali fitri, kembali suci, dosa diampuni. Enggak ngelakuin dosa yang sama. Ibadah di luar Ramadhan juga konsisten seperti Ramadhan ini.

Banyak banget harapannya betewe, hehe 😁. Selama enggak ada batas ya enggak apa. Toh Allah seneng dengar kita berdo’a. Do’a juga agar masih panjang umur buat Ramadhan tahu depan. Apalagi masih banyak utang puasa hamil kemarin 😅.

Berdo’a juga buat bangsa biar makin baik, bebas penjajahan kekayaan alam, pikiran, dan lain sebagainya. Doain bisa hajiin orang tua secepatnya kalau bisa tahun depan, aamiin.

Nah telah do’a buat diri sendiri udah cukup, inget juga buat do’ain orang lain. Sebut nama teman yang belum nikah moga segera. Yang belum dikaruniai anak juga segera. Yang pengen hijrah dimudahkan. Yang sakit disembuhkan. Pokoknya jangan berhenti berdo’a. Meski hanya untuk hal sepele. Seperti saat nyuci do’a moga jangan hujan dulu. Aku sering lho do’a ginij. Dan MasyaaAllah memang kehendak Allah itu menakjubkan. Pernah enggak awalnya cerah tapi tiba-tiba mendung? Nah aku gini. Pagi nyuci cerah aja. Eh tiba-tiba gelap tuh langit. Udah kepalang tanggung. Do’a terus deh sambil istighfar semoga enggak jadi hujan. Alhamdulillah tiba-tiba cerah. Berasa Allah tuh dekeeeet banget ama kita.

Aku juga pernah nih. Rencana jam 6.15 aku ada pengajian di kampus sebelum masuk kuliah pagi. Aku berangkat jam 6 (dasar tukang kepepet 😅). Padahal waktu itu naik angkot butuh sekitar 30 menit karena mesti 3 kali ganti angkot. Tebak enggak aku do’a apa? Semoga ada angkot yang jurusan kampus langsung tanpa harus berhenti. MasyaaAllah. Tiba-tiba dari dalam perumahan muncul angkot jurusan kampusku dengam kode 07. Ternyata Pak Sopirnya tinggal di situ. Dan karena bukan daerah wilayah dia harusnya enggak ambil penumpang. Tapi karena saya sekalian mau ke kampus jadilah saya sendirian di angkot dan dibalap pula. MasyaaAllah saya sampai cepat banget di kampus dan enggak terlambat. Itu pertama dan terakhir kali aku ngelihat angkot itu. Setelah itu aku enggak lihat lagi. Ajaib banget kan? Jadi merinding aku. Whuaaa.

Pokoknya rajjin do’a terus, do’ain orang juga. Kalau enggak dikabulkan mungkin diganti yang lebih baik. Percaya deh! 😊

Sssstt do’ain biar dia jadi jodohmu juga bisa kok 🤣