Posted in Status

Plukme!

[FAQ] Kenapa Pohontomat? Bukan …
โ–ถ https://www.plukme.com/post/FAQ-Kenapa-Pohontomat-Bukan-plukme-com-share-your-story-5b297e7a95a5a

Advertisements
Posted in OWOB & OWOP SERIES, Status

Surat Seorang Ayah untuk Menantunya

OWOP SERIES

THEME : SURAT

Di zaman digital kini, mungkin sudah jarang orang-orang yang menggunakan surat sebagai media komunikasi.

Kini tersedia surat elektronik (email), media sosial, dan sebagainya.

Tapi menurut saya pribadi, surat tetap memiliki nilai “sakral” tersendiri. Dimana surat itu dibuat dengan tulisan tangan, dan kertas sebagai bukti nyata.

Waktu masih bekerja sebagai guru asrama, ada momen di mana anak-anak diwajibkan memberi surat kepada guru, tepat di hari guru. Dan anak bebas untuk memberi kepada siapa saja.

Yang mengesankan adalah, ternyata cukup banyak anak yang mengirim surat kepada saya, dan itu jujur membuat saya terharu ๐Ÿ˜ณ. Hanya do’a yang bisa saya berikan kepada kalian, semoga kalian solehah, sukses dan bermanfaat, aamiin.

Terlepas dari itu, berkaitan dengan judul postingan ini, tadi waktu berselancar di feed Instagram, saya menemukan video ini. Luar biasa hebat, seorang Ayah yang menulis surat untuk menantunya. Semua kata-kata yang dirangkai sangat menyentuh. Apalagi di bagian akhirnya.

Kalimat terakhir yang sangat menyentuh tersebut adalah “Jika suatu hari anda tidak mencintai anak saya lagi jangan beritahu dia, tapi beritahu saya, dan saya akan membawanya pulang”.

Yah, betapa seorang anak perempuan, dibesarkan Ayahnya dengan kasih sayang luar biasa, seorang Ayah yang rela banting tulang demi membahagiakan anak perempuannya. Dia sudah pasti berharap, suaminya mampu untuk memberi kasih sayang yang sama atau bahkan lebih dalam membahagiakan anaknya.

Spesial for Papa, I love You so much ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š.

Alalak, 22 Mei 2018

Posted in OWOB & OWOP SERIES

Pertemuan di Tempat Berbeda

OWOP SERIES

TEMA : BUKU YANG TIDAK DISUKAI, TAPI HARUS DIBACA

—————————————-

A : hai, kok kamu kucel banget sih?

B : yah, kan aku sering dibaca, emang kamu disentuh aja gak ada yang niat

A: yah, gak usah gitu dong, ada saatnya aku akan dibaca, mungkin pas kepepet

B : hehe.. iya sih.. sebenarnya orang malas baca kamu, mereka tidak ingin mengingatmu, mereka senang dengan kehidupan saat ini

A : yah, apalah daya.. padahal mereka harusnya sudah tahu isi bukuku, bukankah aku harus dipraktekkan dalam prosesi akhir kehidupan mereka?

B : yah sudah, tidur saja, daripada kecewa gak jelas gitu..hehe, eh aku mau dibaca nih ama anak kecil itu, mungkin sepupunya Tuti kali yah.. babayyy

A: yah, aku sendirian lagi..hiks.. ๐Ÿ˜ž

Tiiiiiiiit

Klakson mobil terus saja dibunyikan, namun anak kecil itu, asyik membaca buku yang dipinjamnya dari Kak Tuti sambil menyeberang jalan

“Kikiiii” Tuti, yang baru melihat kejadian, langsung menghampiri Kiki yang sudah bersimbah darah dan tak sadar diri. Tuti yang seorang mahasiswi kedokteran, segera memeriksa nadi sepupunya itu. Namu dia tidak menemukan denyutan yang diharapkannya.

A : eh kenapa Pak? Mau baca aku? Wah, memang siapa yang meninggal?

Buku itupun segera dibawa ke tempat memandikan jenazah

B : eh, ketemu kamu lagi, tapi dalam tempat yang berbeda dan kondisi yang berbeda. Lihatlah, sampulku sudah hancur, dan beberapa isinya sudah koyak, mungkin sebentar lagi aku dibuang (kata buku cerita anak itu terbata-bata) ๐Ÿ˜”

A : jangan pergi ๐Ÿ˜ซ, siapa yang akan mengajak aku ngobrol nanti? (Kata buku tata cara memandikan jenazah itu sambil menangis).

Alalak, 15 Mei 2018

@pohontomat

Posted in OWOB & OWOP SERIES

Ketika Kucing Mampu Mengajak Orang Menyukai Perpustakaan

OWOP SERIES

THEME : TEMPAT FAVORIT UNTUK MEMBACA

“Gadis kecil itu kesepian, dan selalu merasa tertekan dengan kekurangan yang ada pada tubuhnya, namun iya lebih bahagia dan optimis, semenjak bertemu Dewey, kucing si penjaga perpustakaan” (bukuygkubaca.blogspot.co.id).

Itu adalah isi salah satu cerita di buku Dewey, buku best seller mancanegara. Yang menceritakan bagaimana sebuah perpustakaan semakin terkenal dengan adanya kucing tersebut. Bisa bayangkan bagaimana kucing mengubah jalan hidup seseorang? Bahkan jutaan orang?

Itulah Dewey, si kucing penjaga perpustakaan. Dimana perpustakaan adalah tempat anda akan mendapatkan banyak imajinasi, ilmu, dan pengalaman luar biasa, dengan buku-bukunya yang berbaris rapi dan tertata. Perpustakaan yang menjadi pusat tempat membaca, yang kata suami saya, a place of peace… Hehe..

Berbicara mengenai tempat favorit untuk membaca, saya tidak terlalu fokus pada tempat tapi suasana dan mood.

Sewaktu kuliah, saya sering nongkrong di perpustakaan, baik itu sekedar untuk membaca, online, maupun sekedar istirahat dengan tenang sambil menunggu kelas selanjutnya (jangan tanya bagaimana gaya saya istirahat ๐Ÿ˜น).

Suasana menunggu, apapun itu seperti menunggu antrian dokter, bank, sebuah acara selesai dan sebagainya juga merupakan momen yang paling tepat untuk diisi dengan membaca. Mau seramai atau sehening apapun, jika sudah membaca, saya seperti merasa tenggelam ke dalam buku yang saya baca.

Bahkan saat ini, membaca bisa saya lakukan sambil menyusui sekaligus pompa asi (pompa manual!), dan itu adalah rekor multitasking saya yang terbaik ๐Ÿ˜น๐Ÿ˜น (jangan lagi bayangkan bagaimana gayanya ๐Ÿ™ˆ). Tapi baru dapat info setelah baca blog kak bacaanipeh.web.id kalau sebaiknya hindari multitasking. Yah mau apalagi, punya baby harus dituntut multitasking..heheh ๐Ÿ˜

Jika saja perpustakaan di sekitar kita bisa menerima keributan bayi, mungkin itu akan menjadi tempat favorit saya. Jika saja ada perpustakaan dengan kucing selucu dan seramah Dewey, saya mungkin tidak akan bosan untuk mengunjunginya ๐Ÿ˜ฝ. Karena saya pecinta kucing ๐Ÿˆ (bukan rahasia lagi jika sudah melihat gambar utama blog saya ๐Ÿ˜น) hehe.

Kembali ke Dewey, ada yang pernah baca buku tersebut sebelumnya? Kalau belum boleh lanjutkan membaca tulisan saya ini.

Tahukah anda dalam serambi.com diceritakan bahwa selama sembilan belas tahun hidup si kucing Dewey, dia mampu mempengaruhi pengunjung perpustakaan yang awalnya 63.000 orang per tahun menjadi lebih 100.000 orang per tahun ๐Ÿ˜ฑ. Amazing kan?

Penemu Dewey bernama Vicky Myron, yang merupakan Pustakawan yang bekerja di Perpustakaan Umum Spencer, Lowa. Lulus dari Asosiasi Perpustakaan Amerika di Sioux City, Lowa pada tahun 1988.

Suatu hari dia menemukan seekor kucing di kotak pengembalian buku. Badannya kurus kering, sehingga terlihat tulang-tulang iganya. Kucing berwarna jingga itu akhirnya dipelihara dan diurus. Dari sinilah cerita kucing yang mengubah sebuah kota kecil.

Dewey Readmore Books, itulah nama panjangnya, yang bisa kita artikan Dewey membaca lebih banyak buku (nama yang kereeeenn ๐Ÿ˜).

Berikut sepenggal resensi buku Dewey dalam bukuygkubaca.blogspot.co.id :

Dari keseluruhan kisah mengenai Dewey dalam bukunya, kita tak akan menemui sebuah peristiwa heroik yang dilakukan Dewey. Dewey bukanlah kucing pahlawan, ia hanyalah seekor kucing biasa, namun yang membuat ia terkenal dan menjadi inpirasi bagi banyak orang adalah sikapnya yang manis terhadap semua pengunjung perpustakaan.

Dewey tidak memilih-milih orang yang disayanginya. Dia mencintai semua orang tanpa pilih kasih. Setiap hari dia menyambut orang-orang yang datang ke perpustakaan, duduk di pangkuan pengunjung yang membutuhkannya, sehingga membuat orang-orang itu merasa diperhatikan oleh Dewey.

Hal terbesar yang dilakukan Dewey adalah bagaimana persahabatannya dengan Crsytal seorang gadis cacat. Dewey mampu mengubah gadis yang tadinya sangat tertekan menjadi lebih optimis dan menikmati saat-saat bahagia bersamanya. Tak hanya dengan Crystal, Dewey juga bersahabat dengan seorang gelandangan, anak yang setiap harinya ditinggal kerja oleh ibunya, hingga seorang eksekutif muda.

Hubungannya dengan banyak orang dari berbagai kalangan itulah yang membuat Dewey menjadi inpirasi bagi semua orang yang berinteraksi dengannya.

Jika saja, “penjaga perpustakaan” bisa semanis Dewey, mungkin perpustakaan tidak lagi menjadi sekedar tempat “mencari buku langka”, tapi juga menjadi tempat favorit untuk berlama-lama di dalamnya.

Tidak bermaksud membuka aib, tapi penggambaran film atau sinetron dengan “penjaga perpustakaan” yang galak, juga saya dapatkan sewaktu kuliah ๐Ÿ˜”.

Yah, meski memang tujuan orang ke perpustakaan untuk mendapatkan ketenangan dalam membaca, saran saya mungkin sebaiknya perpustkaan dibagi dalam dua tempat, yaitu “silent place” dan “free talk & music place” (karena sebenarnya secara pribadi kadang lebih nendang membaca dalam keramaian ๐Ÿ˜…).

Ditambah “penjaga perpustakaan” yang juga sudah dilatih Senyum, Salam, dan Sapa oleh Pertamina. Hehe.. pasti banyak yang akan menjadikan perpustakaan sebagai tempat favorit membaca.

Tidak muluk-muluk kan harapan saya? Atau apakah perlu mengganti penjaga perpustakaan dengan seekor kucing? ๐Ÿ˜ Hehe.. peace…just kidding ๐Ÿ™‡

Tanjung, Kalsel

6 Mei 2018

Menulis lewat hp, sambil menggendong dan memangku si kecil Aurora, karena dia hanya bisa tidur nyenyak saat digendong dan dipangku dengan tangan (pakai kain jarik, jadi tangan leluasa, wkwk). Belum lagi gerakan tangan Aurora menyentuh layar hp, yang seolah ingin ikut menulis, membuat Umi sangat mensyukuri fasilitas undo di wordpress app ini..hehe.. ๐Ÿ˜ .

Semoga nanti saat besar Aurora baca ini yah nak โ˜บ, agar Aurora tahu betapa Umi mencintai Auorora ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜š.